Tampilkan postingan dengan label Cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cinta. Tampilkan semua postingan

Jumat, 11 November 2016

BESAME MUCHO song - in Spanish version and Indonesian version


Bagi temen2 yang seneng lagu2 Mexico lama, lagu Besame Mucho pasti tidak asing di telinga. Dan dengan video ini mungkin bisa nyambi dengerin tembang2 ini. Walau hanya sekedar gitaran2 biasa, tapi bisa nambani rasa kangen akan lagu2 mexico lama.

Semoga berkenan dengan BESAME MUCHO versi Spanyol asli dikombinasikan dengan versi bahasa Indonesia. Terimakasih.

BESAME MUCHO

Sabtu, 29 Oktober 2016

Secarik surat dari Cantik

Ceritanya....

Mas Didan... anak lanang sedang bobok siang.....


Mas Didan sedang bobok siang


Trus lihat tuh di tangannya, adiknya cewek yang bernama Cantik ternyata mau ngasih permen ama mas-nya. Mungkin karena terlalu pengin ndramatisir, sampe dibikinkan surat segala. 

Tuuuhh.... memo indah dari Cantik

Wekekekeke... eneng-eneng ae cah iki, sampe dikasih memo kayak gini. 

Hahahaha...

Senin, 29 September 2008

Selamat Lebaran


Ramadhan telah berganti Fitri
Benih amal yang terpahat telah menjadi embun penyejuk
Bagi kepapaan yang terhampar disekitar kita..
Sepercik rasa peduli dalam wujudnya yang sejati,
dalam rangkaian ikhtiar menebar manfaat adalah mata rantai martabat.
Agar kemuliaan tidak lagi sekedar kemuliaan semu,
sebatas usia kita dimuka bumi…

Disini.. hakikat kebahagiaan hidup yang kita cari.
Ketika Allah memberikan mata air kasih sayang
dengan ampunan Nya, menyelimuti kita
dengan kebahagiaan di hari yang fitri..

Mari kita kuatkan ikrar kebersamaan kita….

Segenap Staff, Crew, dan Karyawan DiGE Mengucapkan :

“Minal Aidzin Wal Faizin”
Mohon Maaf Lahir dan Bathin

Salam Hangat.

Senin, 26 Mei 2008

Novelnya- Marsudi Suroboyo

.
.


PEREMPUAN PILIHAN

Ketika Putri mendadak memutuskan cintanya, Irfan
berubah jadi pemurung. Dan ketika gadis pujaannya itu menikah diam-diam di Surabaya, Irfan betul-betul frustrasi. Dia tak mau makan-minum, sehingga akhirnya terkena tifus. Betapa ironis, ketika mantan kekasihnya tengah menikmati bulan madu di Bali, dia justru terbaring di rumah sakit. Lalu, apakah yang dapat dilakukan seorang ayah untuk menghibur anak lelakinya yang patah hati? Untuk membangkitkan kembali semangat juangnya yang hampir mati?

Irfan adalah anak yang cemerlang. Sejak kecil dia selalu jadi bintang kelas. Namun, anak itu pendiam dan perasa. ''Kamu betul-betul menuruni darah Ayah. Selalu serius, mendalam, dan penuh ketulusan kalau mencintai perempuan. Sehingga, kalau putus cinta betul-betul terpuruk. Padahal, seperti kata peribahasa, dunia ini tidak sedaun kelor. Di dunia ini begitu banyak wanita, Nak,'' ujarku saat berbicara dari hati ke hati sepulangnya ia dari rumah sakit. ''Tapi tidak ada yang secantik dan sebaik Putri, Yah. Dia yang dulunya tak pakai kerudung, kini mulai belajar pakai kerudung.

Tapi
kenapa ketika keislamannya semakin sempurna, kok dia tega meninggalkan saya dan menikah dengan manajer perusahaan elektronik itu?'' ''Sudahlah, Nak. Sesuatu yang lepas dari tangan kita memang selalu kelihatan indah. Begitu pula kalau kita kehilangan perempuan yang kita cintai. Mata kita tertutup bahwa di sekeliling kita masih banyak perempuan lain yang mungkin lebih baik dari dia.'' ''Aku baru sekali ini jatuh cinta, Yah. Selama SMU dan kuliah, waktuku lebih banyak aku habiskan untuk belajar, dan organisasi ilmiah di kampus.'' ''Ayah paham, Nak. Ayah mau buka rahasia.

Sewaktu SMU dulu
Ayah mengalami nasib yang mirip kamu. Cinta tak kesampaian, padahal Ayah dan Rini, nama perempuan itu, sama-sama saling mencintai. Bertahun-tahun Ayah nyaris frustrasi dan tak pernah mampu menghilangkan bayang wajahnya. Sampai kemudian, lima tahun setelah itu, Tuhan mempertemukan Ayah dengan ibumu. Dia wanita tercantik di Cianjur ketika itu.

Baru lulus
SMU. Banyak sekali pemuda yang mengincar ibumu. Entahlah, kenapa dia mau menikah dengan Ayah yang ketika itu masih berstatus mahasiswa dan belum punya pekerjaan, kecuali menjadi penulis free lance di koran. Kami menikah hanya dua minggu sejak pertama kali bertemu.'' Irfan termenung. Mungkin ia merenungkan kalimat demi kalimat yang tadi aku ucapkan.

''Nak, laki-laki itu ibarat buah kelapa. Makin tua, makin bersantan. Biarpun jelek, botak dan gendut, kalau punya kedudukan, berharta, dan terkenal, maka gadis-gadis muda antri untuk mendapatkannya. Untuk sekadar jadi teman kencan maupun istri sungguhan.'' ''Benarkah?' ' ''Ya. Dengan modal hanya sebagai wartawan senior dan novelis top saja, Ayahmu ini seringkali digilai oleh perempuan-perempuan muda. Mereka berusaha mencuri perhatian Ayah dengan berbagai cara. Kalau Ayah tidak kuat iman, Ayah mungkin sering kencan dengan banyak perempuan.

Kalau Ayah
kurang sabar, Ayah mungkin beristri dua, tiga, atau bahkan empat.'' ''Apa yang membuat Ayah bertahan?'
''Ibumu. Dia perempuan yang hebat. Kesabaran, ketulusan, kehangatan dan kasih sayangnya luar biasa. Hal itu telah ditunjukkannya saat Ayah masih belum punya apa-apa, belum diperhitungkan orang, bahkan dilirik sebelah mata pun tidak. Kami menikah dalam keadaan miskin. Bahkan cincin kawin untuk ibumu baru Ayah belikan lima tahun setelah pernikahan.

Tahun-tahun pertama pernikahan, kami sering makan hanya nasi dan garam saja. Namun tak pernah sekalipun Ayah mendengar ibumu mengeluh atau menunjukkan air muka masam. Sebaliknya, Beliau selalu berusaha membesarkan hati Ayah. Bahwa Ayah punya potensi. Bahwa Ayah suatu hari nanti akan jadi orang hebat di bidang sastra maupun jurnalistik. Dua puluh delapan tahun perkawinan dengan ibumu sungguh merupakan perjalanan hidup yang amat berarti bagi Ayah. Itulah yang membuat Ayah tak pernah mau berpaling kepada perempuan lain. Rasanya sungguh tak adil, setelah menjadi orang yang terkenal dan punya uang, Ayah lalu mencari perempuan lain untuk membagi cinta ataupun sekadar bersenang-senang. '' ''Ayah beruntung mendapatkan perempuan sebaik ibu. Tapi aku? Satu-satunya perempuan yang aku cintai kini telah pergi.'' ''Jangan menyerah dulu, Nak. Cuti doktermu 'kan masih tiga hari lagi. Bagaimana kalau besok Ayah ajak kau jalan-jalan keliling Jakarta? Kita santai dan cari makan yang enak. Siapa tahu kamu bisa melupakan Putri-mu dan mendapatkan pengganti yang lebih baik.'' Irfan tidak langsung menjawab. ''Ayolah, Nak. Ayah yang akan jadi sopirmu. Kau tinggal duduk di jok depan. Oke?'' Lama baru Irfan mengangguk. ''Baiklah, Ibu ikut?'' ''Tidak. Ini urusan laki-laki, Nak,'' sahutku seraya tertawa. Hari pertama aku mengajak Irfan berkeliling Mal Pondok Indah.

Mal yang terletak di kawasan Pondok Indah, Jakarta
Selatan itu selalu ramai dikunjungi orang-orang berduit. Hanya dalam hitungan jam kita bisa menyaksikan puluhan bahkan ratusan perempuan muda, cantik dan seksi, keluar masuk mal. Umumnya mereka mengenakan pakaian yang menonjolkan lekuk-lekuk fisiknya, seperti dada, udel, pantat, paha, ketiak dan punggungnya. Seusai Maghrib aku mengajak Irfan nonton film di Kartika Chandra 21 yang terletak kawasan Segi Tiga Emas Jakarta, tepatnya Jalan Gatot Subroto. Di sini banyak sekali pasangan yang datang menonton. Umumnya perempuan-perempuan nya mengenakan gaun malam yang seksi dan terbuka.

Banyak juga yang memakai rok mini ataupun celana blue jean ketat di bawah pinggang sehingga sering kali memperlihatkan celana dalam pemakainya. Hari kedua aku mengajak Irfan pergi ke kantor sebuah bank syariah. ''Ayah mau setor tabungan dulu sekaligus mau buka rekening khusus zakat. Mau ikut masuk?'' Irfan mulanya enggan. ''Ayolah.'' Akhirnya ia mau juga ikut. Kami menemui salah seorang customer service officer. Laili namanya.

''Assalaamu' alaikum, Pak Irwan. Ada yang bisa saya bantu?'' suaranya bening dan terkesan manja, namun tidak dibuat-buat. Balutan jilbab coklat itu tak mampu menyembunyikan posturnya yang semampai dan wajah selembut kabut. ''Wa'alaikumsalaam, Mbak Laili. Saya ingin membuka rekening khusus untuk zakat. Oh, ya, kenalkan ini anak sulung saya. Irfan. Irfan, ini Mbak Laili.'' ''Assalaamu' alaikum, Mas Irfan.'' ''Wa'alaikumsalaam, Mbak Laili.'' ''Irfan kerja di gedung ini juga, Mbak Laili. Lantai 12.'' ''Oh, ya?'' Laili agak terkejut. ''Kalian pasti enggak pernah bertemu 'kan? Inilah penyakit zaman modern, orang-orang berkantor di satu gedung tapi bisa bertahun-tahun tak pernah berjumpa,'' kataku sambil tertawa.

Bibir tipis Laili mengukir segurat senyum. ''Soalnya
Mas Irfan enggak pernah buka tabungan di bank syariah. Duitnya disimpan di bank konvensional semua ya?'' Laili punya selera humor yang bagus. Kulihat Irfan tersenyum kecil. ''Insya Allah saya akan buka rekening di bank syariah, Mbak.''
Keluar dari bank syariah itu, aku mengajak Irfan menghadiri pameran buku Islam di Istora Senayan Jakarta. Pameran yang menampilkan puluhan penerbit Islam itu setiap hari dihadiri oleh puluhan ribu orang. Berbeda dengan pemandangan di Mal Pondok Indah dan KC-21, di sini kebanyakan perempuan muda yang datang mengenakan jilbab. Wajah mereka kelihatan bersih dan matanya lebih suka menunduk ketimbang jelalatan mencari perhatian lelaki. Seusai menonton pameran buku, aku mengajak Irfan mampir di Hotel Gran Melia, yang terletak di Jl HR Rasuna Said.

Kami memesan es
lemon tea dan pisang goreng keju. ''Oke. Mari kita bahas perjalanan dua hari kita. Kamu masih ingat perempuan-perempuan muda di Mal Pondok Indah dan KC-21 kemarin?'' Dia cuma mengangguk. ''Wanita-wanita seperti itu menyenangkan untuk dilihat dan dibawa ke pesta-pesta, tapi belum tentu membuatmu bahagia. Sebaliknya perempuan-perempuan muda berjilbab yang kita saksikan di pameran buku Islam dan bank syariah tadi, mereka lebih mungkin membuatmu menjadi seorang lelaki yang dihargai dan meraih kebahagiaan sejati. Ayah yakin, di antara mereka itu pasti ada perempuan impian.'' ''Seperti apakah perempuan impian itu, Yah?'' Aku menyeruput es lemon tea yang tinggal separoh. Kemudian mencomot sepotong pisang goreng keju. Irfan menunggu dengan tidak sabar.

''Seperti apa, Yah?'' ''Kalau kamu bertemu
dengan seorang perempuan yang berpadu pada dirinya kehangatan seorang Siti Khadijah, serta kemanjaan dan kecerdasan seorang Siti Aisyah dua di antara istri-istri Rasulullah itulah perempuan impian.'' ''Seandainya aku menjumpai perempuan yang seperti itu, apa yang harus aku lakukan?'' ''Jangan tunggu esok atau lusa. Telepon Ayah saat itu juga. Ayah akan segera melamarkannya untukmu, dan kau harus menikah dengannya paling lambat seminggu setelah itu. Jika kamu mendapatkan perempuan seperti itu dalam hidupmu, dunia ini kecil dan nyaris tak berarti.

Rasul pernah berkata, bahwa seorang perempuan yang salehah lebih berharga dari dunia ini beserta isinya.'' Seminggu kemudian. Aku tengah menulis sebuah ficer tentang pengoperasian bus way di Jakarta ketika HP-ku berdering. Dari Irfan: ''Ayah, aku sudah dapatkan calon istri. Seorang wanita salehah yang bisa membuatku hidup bahagia.'' Suaranya terdengar bersemangat. ''Oh, ya, siapa namanya?'' ''Nantilah Ayah akan aku kenalkan.'' Berselang lima menit kemudian, Yanti, staf humas bank syariah menelepon. ''Assalaamu' alaikum, Pak Irwan. Tadi Irfan buka rekening di bank syariah. Dia mengobrol cukup lama dengan salah seorang customer service officer kami. Bapak pasti tahu yang saya maksudkan.'' Aku menutup Nokia 9210i itu. Lalu memandang ke luar jendela kantor. ''Alhamdulillah. Akhirnya kau temukan perempuan impianmu, Nak.''

*
Jakarta-Depok- Jakarta, 19-20 Desember 2003.

Terima
kasih untuk seorang perempuan salehah di sebuah bank syariah yang telah mengizinkan saya menulis cerita ini.

*Hamba persembahkan untuk jiwa yang mendamba belahan
sukma sahabat seiring meniti jalan kembali.

Oh iya ada tambahan dikit nih... buat para pecinta... he he he he...

Giving someone all your love is never an assurance
that they will love you back.
Do not expect Love in return just wait for it to grow in their heart But if it does not be content that it grows in your....

translate:
memberikan seseorang seluruh rasa cinta kasih kita tidak akan menjamin bahwa mereka akan melakukan hal yang sama. jangan pernah mengharapkan balasan cinta kasih, tunggulah agar cinta itu tumbuh di hati mereka. Jika tidak jadikanlah cintamu tumbuh dalam dirimu.....

duh melankolis banget ya..... dalem...... :'( :'( :'(
So berpacaran tuch yang wajar2 aja jangan sampai
kebablasan ... loch.... :)

the important is do the best without expect anything
in return....
ceiiilaaaa.. ......
udah ah..... kebanyakan wejangan nich.....

Sebetulnya hikmah dari cerita itu adalah bahwa jodoh
itu sudah diatur oleh Allah. betapa kita berusaha kalo emang belum jodohnya ya mau diapain lagi...

kan ada juga istilah :
Don't walk behind me, I may not lead.
Don't walk in front of me, I may not follow.
just walk beside me and be my life friend.

or should i say :
jangan berjalan dibelakangku kaena aq tak akan menunjukkan jalan bagimu
dan jangan berjalan di depanku karena aq tak akan mengikutimu
tetapi berjalanlah disampingku dan jadilah teman hidupku.....
he he he he... ;-)

tak tambahin dikit2...
tapi kayaknya buat ditaruh di
undangan manten bagus juga.. ha ha :-D
yang penting bagaimana kita menjalani hidup kita bersama dengan orang lain...
toh banyak juga yang udah pacaran lamaaa tapi gak jadi nikah khan???
gak perlu merasa terlalu kehilangan orang yang kita cintai....

kan ada pepatah juga : If you want something badly, let it go.


[Emailnya Marsudi 30 Sept 2007]

Kamis, 22 Mei 2008

Pohon - Daun - Angin


POHON

Orang2 memanggilku “POHON” karena aku sangat baik dalam menggambar pohon.
AKU selalu menggunakan gambar pohon pada sisi kanan sebagai trademark pada semua lukisanku.
AKU telah berpacaran sebanyak 5 kali…

Ada
satu wanita yang sangat AKU cintai tapi AKU tidak punya keberanian untuk mengatakannya…
Dia tidak cantik..tidak memiliki tubuh yang sexy..
Dia sangat peduli dengan orang lain..
Religius tapi dia hanya wanita biasa saja.
AKU menyukainya..sangat menyukainya..


Gayanya yang innocent dan apa adanya, kemandiriannya, kepandaiannya dan kekuatannya…
Alasan AKU tidak mengajaknya kencan karena…
AKU merasa dia sangat biasa dan tidak serasi untukku…
AKU takut…jika kami bersama semua perasaan yang indah ini akan hilang…
AKU takut kalau gosip2 yang ada akan menyakitinya…
AKU merasa dia adalah “sahabatku”…
AKU akan memilikinya tiada batasnya…tidak harus memberikan semuanya hanya untuk ia…
Alasan yang terakhir..
Membuat dia menemaniku dalam berbagai pergumulan selama 3 tahun ini…

Dia tau AKU mengejar gadis2 lain dan AKU telah membuatnya menangis selama 3 tahun…
Ketika AKU mencium pacarku yang ke-2 terlihat olehnya…
Dia hanya tersenyum dengan berwajah merah…”lanjutkan saja” katanya, setelah itu pergi meninggalkan kami.
Esoknya, matanya bengkak..dan merah…


AKU sengaja tidak mau memikirkan apa yang menyebabkannya menangis… but AKU tertawa… bercanda dengannya seharian di ruang itu…
Di sudut ruang itu dia menangis…

dia tidak tau bahwa AKU kembali untuk mengambil sesuatu yang tertinggal…
Hampir 1 jam kulihat dia menangis disana….
Pacarku yang ke-4 tidak menyukainya…
Pernah sekali mereka berdua perang dingin, AKU tau bukan sifatnya untuk memulai perang dingin…
Tapi AKU masih tetap bersama pacarku…

AKU berteriak padanya dan matanya penuh dengan air mata sedih dan kaget…
AKU tidak memikirkan perasaannya dan pergi meninggalkannya bersama pacarku…
Esoknya masih tertawa dan bercanda denganku seperti tidak ada yang terjadi sebelumnya…
AKU tau dia sangat sedih dan kecewa tapi dia tidak tau bahwa sakit hatiku sama buruknya dengan dia…
AKU juga sedih…

Ketika AKU putus dengan pacarku yang ke 5, AKU mengajaknya pergi…
Setelah kencan satu hari itu, AKU mengatakan bahwa ada sesuatu yang ingin kukatakan padanya… Dia mengatakan bahwa kebetulan sekali bahwa dia juga ingin mengatakan sesuatu padaku…
AKU cerita tentang putusnya AKU dengan pacarku…
Dia berkata bahwa dia sedang memulai suatu hubungan dengan seseorang…
AKU tau pria itu…dia sering mengejarnya selama ini…
Pria yang baik, penuh energi dan menarik…
AKU tak bisa memperlihatkan betapa sakit hatiku, AKU hanya tersenyum dan mengucapkan selamat padanya…

Ketika sampai di rumah, sakit hatiku bertambah kuat dan AKU tidak dapat menahannya…
Seperti ada batu yang sangat berat didadaku…
AKU tak bisa bernapas dan ingin berteriak namun apa daya…
Air mataku mengalir tak terasa aku menangis karenanya…
Sudah sering AKU melihatnya menangis untuk pria yang mengacuhkan kehadirannya…
Handphone-ku bergetar… ternyata ada SMS masuk…
SMS itu dikirim 10 hari yang lalu ketika aku sedih dan menangis…

SMS itu berbunyi, ”DAUN terbang karena ANGIN bertiup atau karena POHON tidak memintanya untuk tinggal?”


DAUN

AKU suka mengoleksi daun-daun, kenapa?
Karena AKU merasa bahwa DAUN untuk meninggalkan pohon yang selama ini ditinggali membutuhkan banyak kekuatan.
Selama 3 thn AKU dekat dengan seorang pria, bukan sebagai pacar tapi “Sahabat” .
Tapi ketika dia mempunyai pacar untuk yang pertama kalinya…
AKU mempelajari sebuah perasaan yang belum pernah aku pelajari sebelumnya - CEMBURU…


Perasaan di hati ini tidak bisa digambarkan dengan menggunakan Lemon. Hal itu seperti 100 butir lemon busuk. Mereka hanya bersama selama 2 bulan…
Ketika mereka putus, AKU menyembunyikan perasaan yang luar biasa gembiranya.
Tapi sebulan kemudian dia bersama seorang gadis lagi…
AKU menyukainya dan AKU tau bahwa dia juga menyukaiku, tapi mengapa dia tidak mau mengatakannya?

Jika dia mencintaiku, mengapa dia tidak memulainya dahulu untuk melangkah?
Ketika dia punya pacar baru lagi, hatiku sedih…
Waktu berjalan dan berjalan, hatiku sedih dan kecewa…
AKU mulai mengira bahwa ini adalah cinta yang bertepuk sebelah tangan…
Tapi.. mengapa dia memperlakukanku lebih dari sekedar seorang teman? Menyukai seseorang sangat menyusahkan hati…


AKU tahu kesukaannya… kebiasaannya…
Tapi perasaannya kepadaku tidak pernah bisa diketahui…
Kau tidak mengharapkan AKU seorang wanita untuk mengatakannya bukan ?
Diluar itu, AKU mau tetap disampingnya…memberinya perhatian… menemani… dan mencintainya…
Berharap suatu hari nanti dia akan datang dan mencintaiku…
Hal itu seperti menunggu telephonenya tiap malam… mengharapkan mengirimku SMS…
AKU tau sesibuk apapun dia, pasti meluangkan waktunya untuk ku…
Karena itu, AKU menunggunya…
3 tahun cukup berat untuk kulalui dan AKU mau menyerah… Kadang AKU berpikir untuk tetap menunggu…

Dilema yang menemaniku selama 3 tahun ini… Akhir tahun ke-3, seorang pria mengejarku… setiap hari dia mengejarku tanpa lelah…
Segala daya upaya telah dilakukan walau seringkali ada penolakan dariku…
AKU berpikir… apakah aku ingin memberikan ruang kecil di hatiku untuknya ?!.. Dia seperti angin yang hangat dan lembut, mencoba meniup daun untuk terbang dari pohon…


Akhirnya, AKU sadar bahwa AKU tidak ingin memberikan Angin ini ruang yang kecil di hatiku… AKU tau Angin akan membawa pergi Daun yang lusuh jauh dan ketempat yang lebih baik…
Akhirnya AKU meninggalkan Pohon… tapi Pohon hanya tersenyum dan tidak memintaku untuk tinggal…
AKU sangat sedih memandangnya tersenyum ke arahku…

“DAUN terbang karena ANGIN bertiup atau karena POHON tidak memintanya untuk tinggal?”

ANGIN

AKU menyukai seorang gadis bernama Daun…
karena dia sangat bergantung pada Pohon.. jadi aku harus menjadi ANGIN yang kuat…Angin akan meniup Daun terbang jauh…
Pertama kalinya..AKU melihat seseorang memperhatikan kami…
Ketika itu, dia selalu duduk disana sendirian atau dengan teman2nya memerhatikan pohon…
Ketika Pohon berbicara dengan gadis2, ada cemburu di matanya…
Ketika Pohon melihat ke arah Daun, ada senyum di matanya…
Memperhatikannya menjadi kebiasaanku… seperti daun yang suka melihat Pohon.
Satu hari saja tak kulihat dia… AKU merasa sangat kehilangan… Di sudut ruang itu, ku lihat pohon sedang memperhatikan daun…
Air mengalir di mata daun ketika Pohon pergi…


Esoknya…Ku lihat Daun di tempatnya yang biasa, sedang memperhatikan Pohon…
AKU melangkah dan tersenyum padanya…Kuambil secarik kertas..kutulis dan kuberikan padanya…
Dia sangat kaget…
Dia melihat ke arahku, tersenyum dan menerima kertas dariku…
Esoknya… dia datang… menghampiriku dan memberikan kembali kertas itu…
Hati Daun sangat kuat dan Angin tidak bisa meniupnya pergi, hal itu karena Daun tidak mau meninggalkan Pohon.
AKU melihat kearahnya… kuhampiri dengan kata2 itu…
Sangat pelan… dia mulai membuka dirinya dan menerima kehadiranku dan telponku…
AKU tau orang yang dia cintai bukan AKU… tapi AKU akan berusaha agar suatu hari dia menyukaiku…
Selama 4 bln, AKU telah mengucapkan kata Cinta tidak kurang dari 20x kepadanya…

Hampir tiap kali dia mengalihkan pembicaraan… tapi AKU tidak menyerah…
Keputusanku bulat…. AKU ingin memilikinya… dan berharap dia akan setuju menjadi pacarku….
Aku bertanya, ”apa yang kau lakukan? Kenapa kau tidak pernah membalas? Mengapa kau selalu membisu?”
Dia berkata, “AKU menengadahkan kepalaku”…
“Ah?” Aku tidak percaya dengan apa yang kudengar…
“Aku menengadahkan kepalaku” dia berteriak…
Kuletakkan telepon……melompat….berlari seribu langkah…ke rumahnya…
Dia membuka pintu bagiku…
Ku peluk erat-erat tubuhnya…

“DAUN terbang karena tiupan ANGIN atau karena POHON tidak memintanya untuk tinggal?”


[dari blog-nya Denny 22 Mei 2008]